Popular Posts
  • 20 tahun
  • Beasiswa DATAPRINT, Jom ramai-ramai ikut!
  • Number One For Me #Mom
  • Happy Birthday Sister
  • Tasikmalaya, Sabang, Ciamis, Palu
  • Doa berbuka dari hadist yang lemah
  • Bismillah Ya Rabb,
  • Pra-Liburan Syaum
  • Untuk Para Wanita
  • Profil Mahasiswa Program Beasiswa TPL IKM APP Kementerian Perindustrian RI

Jumat, 02 Januari 2015

Welcome 2015 Happy New Year~

Alhamdulillah sampai pada tahun yang baru lagi, Allah memberikan banyak sekali waktu untuk memperbaiki kualitas diri tapi menurutku, aku tidak mempergunakan waktu itu sebaik mungkin.

Let me show what i've get in 2014~
1. Singapore+Thailand (Trip day backpacker)
Fail 
You know starting 2014 im not more student college, im work as official goverment in my city. And i was wrong about the opportunities to abroad, well after working i very busy and confuse how to set the time. Actually im not good in plan a time. So this resolution is fail ~_~

2. Smart TPL
Half Succes Half Fail
How can? Of course as a official goverment im not a perfect worker. Sometimes i have a big spirit to work, act whatever what i can do at office. Sometimes im a lazy man, the activities is so boring at office. But i really enjoy to work, its a big chance for me. Thank for god for everything in my life, becouse theres many friends that hard to get a better job. Though my friend has finished study at university. 

3. Motor Vixion
Fail
Ya i still learn to ride moge. But i think im not really fail. I meet with my partner i called him AZAZEL that my matic motorcycle.

4. Peternakan
Fail
Im not have a time to plan this, enough no question!

5. Novel
Fail
I want crying when i need to talk about this ~_~

6. S1 Manajemen/Ekonomi Universitas Siliwangi
Fail
Yes, im not mor unsil student but in other university.

7. S1 Ilmu Komunikasi Universitas Terbuka
Succes
Sekarang udah semester 2. Alhamdulillah IPK Up to 3.0

8. Taman Baca Husein
Succes
You interest to visit? Just comes to Jl. ByPass Linggasari Bojong Koneng, Singaparna, Tasikmalaya (Dekat ke Pemda Baru Kab. Tasik) 

9. Pet
Succes
You know during 2014 i have ever be friends with Luwak alias musang rase bernama Alpin, pasangan landak bernama dudu dodo, kucing half-persia bernama ujang (padahal kelamin cewe) dan ikan-ikan lucu dalam mini aquarium. You should to see them. 

10. Business
Succes
Atleast, ukuran sukses menurut ku disini sih udah nyoba yah. Example: I have tried to sell dodol khas Tasik, but not really good. I think that isnt my passion. After that, i tried too jualan nasi t.o lesehan di taman alun-alun kota Tasik, yaaah isnt too succes. Do you believe, i have lose money sampe 1jt rupiah untuk ini tapi modal ngga balik malah kena tipu. Next i will tell it in another post. And finally i meet with young entrepreneur, dan usia kita sama. The different is, he is succes as young entrepreneur. But becouse him, the opportunities is open. Now i tried to sell Mie Lidi, i dont know spell it in english its like snack. Find Mie Lidi Wa Ecin and Onakasuita in another post ^_~ 

Beberapa pencapaian penting di 2015 juga Alhamdulillah cukup banyak, seperti :
1. Explore Tasik (Keliling 39 Kecamatan di Tasikmalaya)
Sebenarnya belum bulat 39 kecamatan di kunjungi, masih ada beberapa kecamatan di daerah selatan Tasikmalaya yang belum di explore. Tahu kah kalian? banyak sekali potensi industri dan pariwisata yang belum benar-benar ter-ekspos, example : Air Terjun Dengdeng di Cipatujah dan Trak pendakian gunung yang asri di Kadipaten dan masih banyak lagi loh. Tapi yang paling mengesankan adalah Kecamatan Culamega, trak jalan yang berliku dan naik turun, nggak hanya itu, jalanan yang rusak dan berlubang juga menghiasi perjalanan kesana. Tapi kalo memperhatikan betul sepanjang perjalanan kanan kiri sangat indah suasana yang sejuk dan indah.

2. IPhone4s
Yaay, I dont know this is important to write or not. But, for me to get something that i want is very awesome. Akhirnya tabungan cukup untuk membeli gadget yang paling diidamkan ini. Of course i save money atleast 10

$/week. Jadi tidak mengganggu simpanan lain, yang paling penting sih aku udah puas soal gadget, benar-benar telah berlabuh disini. You know, manusia tidak pernah puas to follow you want.

Jumat, 26 Desember 2014

Dear all Mahasiswa TPL Generasi ke-4

Peu na haba Surya? Apo kaba Uni Oza? Ape kabar Aon? Po kabar Pia? Apo kabah Tika? Nyow kabagh Andy Tuti?

Setahun lebih kita terpisah, jarak dan waktu. Bagaimana rasanya? Apa kalian memiliki rasa yang sama seperti apa yang aku rasa? Rindu yang amat mendalam membuncah tidak tersalurkan, hanya memandang kalian saja lewat foto sambil membayangkan kebersamaan dulu, hanya itu saja. Kalian tentu bahagia dapat menginjak lagi tanah sumatra yang subur itu, kembali berkumpul dengan keluarga disana.

Kepriwe kabare Desi? Piye kabare Erlin dan Bekti?

Setiap waktu menjadi hari-hari yang berat untuk aku jalani, mengingat dengan mudahnya kita dipisahkan. Padahal perkenalan kita cukup panjang untuk bisa saling memahami satu sama lain. Kita sama-sama memiliki kelemahan dan kelebihan dan kita saling menghargai itu, rasanya aku bangga memiliki kalian sepanjang masa untuk selalu diingat dan dikenang, karena mungkin untuk bertemu dan bertegur sapa tidak bisa.

Yok opo kabare Tia, Bagus, Ula dan Apri? Kalendai riko Andri? 

Sudah lama kita tidak bersenda gurau ya? Seakan-akan kita lupa bahwa gurauan kita sampai saling menyinggung perasaan kita masing-masing. Tapi dengan ikhlas kita bisa saling memaafkan. Mungkin karena kita terlampau dekat, jadi kita terkadang melupakan perasaan. Aku bangga memiliki kalian karena tidak ada yang menyenangkan dibandingkan bersenda gurau dengan kalian.

Kayapa habar pian Mirta dan Bambang? 

Kalian adalah gen terbaik dari generasi kita, tinggi-tinggi dan sehat. Aku selalu memiliki ketakutan tersendiri bersama kalian, mungkin karena asal kalian dari kalimantan, ya sih mitos yang berkembang di Jakarta "Jangan sampai menyinggung perasaan orang kalimantan, mereka sakti...." Di dukung lagi dengan film perawan sebrang semakin aku menjaga jarak. Tapi kalian berbeda, tidak seperti yang aku duga tersebut sebelumnya. Kalian ramah dan sopan, juga paling penting berwawasan luas. Aku bisa mengeruk keuntungan berupa ilmu dari kalian berdua.

Nuapa kareba Ayhu?

You so spesial ya, berangkat dari pulau sulawesi sendiri. Aku sempat terkecoh oleh paras cantikmu loh. Aku pikir kamu orangnya cuek, sombong dan dewasa. Tapi semuanya terpentalkan sejak pertama kita kenalan, kamu ramah dan baik tapi juga rada childish. Beberapa kali terjadi pertengkaran karena perbedaan budaya tidak begitu berarti, karena tanpa saling minta maaf biasanya kita sudah bisa saling akrab kembali. Aku jadi ingin tertawa sendiri jadinya. Ayo kita ke green canyon lagi kalau ada kesempatan.

Buhe haba Bima? Berembe kabar Iki? Kamu pu kabar kermana Ridwan?

Aku selalu senang kalo kalian bicara pakai bahasa daerah, suka meresapi sendiri betapa kaya akan bahasa negeri kita ya. Maaf ya, apabila ada torehan luka di hati kalian karena sifat dan sikapku. Aku bangga dengan bima yang tidak pernah kehilangan identitas diri sebagai orang NTB, begitu pula Ridwan yang telah cukup berhasil membuat aku bersenandung ria menyanyikan lagu pop daerahmu dan Iki yang sudah membuktikan diri bahwa kamu pebisnis sejati. 

Ale kabar bagaimana Dea dan Wati?

Su lama tidak tertawa terbahak-bahak ya kita, seakan-akan bumi ini milik kita saja sedang yang lain mengontrak. Kayaknya hanya sekali seumur hidupku untuk bisa dapat teman sebaik kalian, pengertian dan perhatian. 

Nara goretelo Ila? 

Pertamanya aku kecewa dengan kamu, karena kamu tidak seperti ekspektasiku. Aku pikir Diana Ardila dari Merauke itu berkulit gelap dan berambut kriting seperti orang asli dari Papua yang aku ketahui selama ini. Tapi meskipun kamu tidak asli orang Papua, toh gerak-gerik dan bahasamu mewakilkan orang Papua, dan aku bangga padamu karena kamu selalu tampak ceria, seakan-akan kamu tidak memiliki masalah apapun.

Kumaha damang Ashof, Ade, Rachman, Syarif dan Mega?

Setidaknya kita pernah bertemu sekali ya Shof di BDI Reg 3 Jakarta, terus kita tergabung dalam satu kelompok yang paling kacrut. Meskipun setiap bulan kita diberi kesempatan untuk bertemu di Bandung, tapi rasanya masih kurang saja ya. Mungkin karena kita terbiasa bersama-sama selama tiga tahun pada masa kuliah. Saat ngobrol, rasanya canggung apabila menggunakan bahasa Indonesia, karenya saat kita berkumpul kita berbicara dalam bahasa sunda sampai orang lain terheran-heran dengan bahasa yang kita gunakan. Kalian adalah panutan buatku, untuk lebih survive dan bersyukur untuk menjalani hidup. Kita lewati kesenangan dan kesehidan bersama sebagai perantau dari Jawa Barat.

Aku tahu, kalian memiliki kesibukan sendiri-sendiri tentang tugas sebagai TPL di dinas daerah kalian atau mungkin sebagai pengusaha yang menjajaki kesuksesan. Surat terbuka ini adalah rasa rindu yang aku tuangkan karena terlalu lama menahannya.

Rasanya baru kemarin kita bertemu ya? Kita saling bertatapan dan memperkenalkan diri dengan lugu. Kalian ingat masa OSPEK kita di kampus? Kita sangat lugu dan menyedihkan sekali dengan topi caping dan atribut OSPEK lainnnya. Tapi kita bahagia, sampai-sampai tiap sehabis OSPEK kita berfoto bersama, aku masih menyimpan itu semua dan jadi kenangan yang manis.

Wajah lugu kita pada bulan pertama di Jakarta
 Setiap hari kita lewatkan untuk selalu bersama, berjalan bersamaan menuju kampus seperti sekawanan bebek. Tapi kita tidak merasa risih dan malu, sekalipun kita datang dari daerah dan kampung tidak lantas membuat kita berpenampilan sok kota. Kita tetap apa adanya seperti kita saat di daerah. Hari demi hari kita semakin akrab, saking akrabnya kita punya nama panggilan yang ngetren seperti "Dung dung" "Dodol" "Cuk" "Cuy".

Kita masih tetap manusia biasa yang memiliki rasa emosi dan egois, hal itu yang sering menjadikan pertengkaran diantara kita. Kalian coba ingat-ingat pertengkaran-pertengkaran yang terjadi, antar kubu ataupun antar pribadi. Semuanya kita pernah rasakan, namun tidak lantas menjadikan kita saling bermusuhan dan menjauh satu sama lain, justru kita semakin sangat dekat. Bagiku, kalian adalah sosok keluargaku di Jakarta. Kita selalu ingat untuk saling memberi perhatian apabila ada diantara kita yang sakit, kita tahu rasanya jauh dari keluarga sangat menyedihkan, maka dari itu kita saling memantaskan diri untuk dianggap sebagai keluarga.

Ada saatnya pula kita tidak saling bersama karena memasuki tahun kedua di Jakarta kita memiliki kesibukan masing-masing, meskipun kita tahu perpisahan adalah kepastian. Aku ingin memgulang waktu untuk lebih menghargai waktu untuk kebersamaan kita.

Kita selalu bahu-membahu dalam mengerjakan tugas, saling memberi penjelasan atas ketidakfahaman kita masing-masing. Dan kita selalu berhasil melewati semua itu dengan baik.

Gladi bersih sebelum pentas International Trade Expo APP


Momen yang paling tidak terlupakan adalah kebersamaan kita dalam menampilkan kesenian daerah pada acara "International Trade Expo" Kita berhari-hari berlatih untuk menampilkan yang terbaik, dari sana aku lebih bisa mengenal lebih jauh bahasa sehari-hari yang kalian gunakan. Pada saatnya tiba pementasan, kita sangat bangga meskipun setelahnya kita harus mengikuti satu mata kuliah, kita tidak terbebani, kita sangat bahagia.

Sesampainya kita di Yogyakarta


Kita juga pernah tidur bersama dalam perjalanan ke Yogyakarta, kita bisa saling tahu wajah asli kita lucunya saat tertidur, sayup-sayup terdengar suara dengkuran kita tidak mengindahkan itu. Kita lupa bahwa dikursi depan ada pembimbing dari kampus, tapi dengan seenaknya kita bernyanyi dan menari didalam bis. Kita benar-benar menikmati perjalanan panjang ke Yogya, meskipun diantara kita ada yang tidak suka naik bis tapi kita mencoba memberikan ekspektasi senyaman mungkin.
 
Kita menggunakan seragam kerja

Kalian ingat saat kita kerja tiap week end di Pemancingan dengan kos? Tidak semata-mata untuk lembaran uang, tapi untuk menambah pengalaman dan merasakan bagaimana rasanya bekerja. Orang tua kalian tau? Saat itu kita sebagai pelayan, menjajakan makanan dan minuman kepada pengunjung pemancingan. Sebagian lagi berapa di kitchen untuk membantu membuatkan minuman dan makanan, kita sadar ya repotnya menangani pelanggan. Para pria sibuk melepaskan kail dari mulut ikan yang tertangkap oleh pemancing, aku pernah terluka pada tangan karena sirip ikan yang tajam. Selama bekerja juga tidak semudah yang kita bayangkan, banyak diantaranya pengunjung yang nakal, adapula pengunjung yang tidak sabar menunggu pesanannya. Tapi kita bisa melewati itu, menjadi pengalaman yang sangat berharga. Sekaligus lewat surat terbuka ini aku ingin berterima kasih kepada Bapak pemilik kos yang telah berbaik hati kepada kami untuk memberikan kesempatan-kesempatan berharga untuk kami, termasuk pula mengumpulkan kita pada setiap kesempatan yang ada.

Aku baru sadar, kalian sekarang telah jauh dari pandangan mata. Hanya getaran rindu yang selalu berkecamuh dalam dada, aku menyesali diri setiap hari tidak pernah berusaha menjadi sahabat terbaik buat kalian semua. Aku ingin menatap kalian lagi dan meminta maaf.

Mari kita meraih mimpi kita masing-masing. Menjadi pengusaha yang sukses, PNS yang jujur, guru yang cerdas, pegawai bank yang supel, meraih gelar sarjana sampai Phd.

Terakhir, Mari ceritakan kisah kita pada anak cucu kita nanti, bahwa kita meskipun jauh tapi pernah sangat dekat dan lekat. Ceritakan tentang persahabatan yang abadi dan berikan nasihat agar memanfaatkan waktu sebaik mungkin dengan orang disekitar kita sebelum terpisahkan jarak. 

Ila, Ayhu, Ridwan, Yowan, Bams, Tia


                                      
Yow/red
 

Senin, 08 Desember 2014



Aku mendapatkan cerita ini dari sebuah situs lelucon dan ketika membacanya aku berfikir cerita ini seharusnya dibaca oleh semua orang, jadi aku menulis ulang dalam bahasa Indonesia, berhubung sebenarnya tidak ahli dalam menulis atau menerjemahkan jadi saya buat alakadarnya dan berharap kalian bisa memahami apa isi cerita ini. ceritanya begini



Di sebuah tempat di dunia ini hidup seekor kucing jelek. Semua orang di komplek tua disudut kota  tahu siapa si “Jelek” itu. Jelek adalah seekor kucing jantan. Jelek hanya memiliki tiga hal untuk melanjutkan hidupnya: berjuang, makan sampah, dan cinta.

Kau tau bagaimana keadaan si Jelek ?, dia hanya memiliki satu mata, dimana mata yang lainnya hanyalah sebuah lubang menganga. Dia juga kehilangan telinga pada sisi yang sama, kaki kirinya terlihat seperti pernah mengalami luka patah yang parah, dan telah sembuh pada sudut yang tidak alami, sehingga membuatnya terlihat seakan-akan selalu seperti hendak berbelok (pincang).

Ekornya telah lama hilang, dan hanya menyisakan potongan terkecil. Si Jelek adalah kucing berbulu dengan garis abu-abu gelap, kecuali luka yang menutupi kepala, leher, dan bahkan bahunya dengan tebal, serta  koreng yang menguning. Setiap kali seseorang melihat si Jelek hanya akan ada satu reaksi yang sama dari mereka. "Kucing itu sangat JELEK!"

Semua anak-anak diperingatkan untuk tidak menyentuhnya, orang dewasa melempar batu ke arahnya, menyiramnya ketika ia mencoba datang ke rumah-rumah mereka, atau membanting pintu ketika ia tidak beranjak pergi. Jelek selalu memiliki reaksi yang sama. Jika Anda menyiramkan air padanya, ia akan berdiri di sana, basah kuyup sampai Anda menyerah dan berhenti. Jika Anda melemparkan sesuatu padanya, ia akan meringkukkan tubuh di sekitar kaki seakan memohon ampunan.

Setiap kali dia melihat anak-anak, dia akan datang berlari mengeong dengan tergila-gila dan menyundulkan kepalanya ke tangan mereka, mengemis akan cinta mereka. Jika seseorang mengangkatnya ia segera akan mulai mengisap di baju Anda, anting-anting, atau apa pun yang bisa ia temukan.

Suatu hari Jelek berusaha membagi kasih sayangnya dengan anak anjing tetangga. Tapi naas anjing-anjing ini tidak merespon baik, dan Jelek dianiaya dengan sangat parah. Dari apartemen  saya bisa mendengar jeritannya, dan saya mencoba untuk bergegas membantunya. Saya pun berusaha berlari ke arah di mana ia terbaring, tampak jelas kehidupan si Jelek yang menyedihkan hampir berakhir.

Jelek tergeletak di genangan air, kaki belakang dan punggung bawah memutar keluar dari bentuk seharusnya, tetes air mata mengalir di bulunya. Saat saya mengangkatnya dan berusaha untuk membawanya pulang, saya bisa mendengarnya mendesah dan terengah-engah, dan bisa merasakan dia tengah berjuang. "Saya pasti telah menyakitinya dengan sangat," pikir saya. Lalu saya merasakan tarikan yang saya kenal, sensasi hisapan di telinga saya.

Jelek, merasakan kesakitan yang teramat sangat, menderita dan sekarat namun ia berusaha mengisap telingaku. Saya menariknya lebih dekat, dan ia menabrak telapak tangan saya dengan kepalanya, lalu ia berbalik dan memandang dengan satu mata emasnya ke arah saya, dan saya bisa mendengar suara dengkurannya dengan jelas. Bahkan dalam rasa sakit terbesar, si kucing jelek dengan bekas luka itu berjuang untuk meminta sedikit saja kasih sayang, sedikit saja! Mungkin hanya sedetik belas kasihan dari makhluk hidup.


Pada saat itu saya pikir Jelek adalah makhluk yang paling indah yang pernah kulihat. Tak pernah sekali pun dia mencoba untuk menggigit atau mencakar saya, atau bahkan mencoba melarikan diri dari saya, atau meronta-ronta dengan cara apapun. Jelek hanya menatapku dan benar-benar percaya saya dapat menghilangkan rasa sakitnya.

Jelek meninggal dalam pelukanku sebelum sampai di rumah, tapi saya duduk dan menggendongnya untuk waktu yang lama setelah itu, berpikir tentang bagaimana satu bekas luka, sedikit cacat bisa mengubah pendapat saya tentang apa arti dari kemurnian semangat, untuk mencintai dengan penuh dan sungguh-sungguh.


Jelek mengajarkan saya banyak hal, tentang memberi dan tentang kasih sayang. Dan itu lebh berarti daripada ajaran seribu buku, kuliah, atau talk show special di TV, dan untuk itu saya akan selalu bersyukur. Jelek telah terluka di luar, tapi saya terluka di dalam, dan sudah waktunya bagi saya untuk maju dan belajar untuk mencintai sungguh-sungguh dan mendalam.


Sudah waktunya untuk memberi kepada semua orang yang saya sayang. Banyak orang ingin menjadi kaya, lebih sukses, disukai, indah, cantik, tampan, tapi bagi saya, saya akan selalu berusaha menjadi seperti si Jelek.
 

Source : http://sigit-prastya-utomo.blogspot.com/2014/09/kucing-jelek-kisah-nyata-yang-harus.html
SIGIT PRASTYA UTOMO 12:07 08 Desember 2014