Popular Posts
  • Profil Mahasiswa Program Beasiswa TPL IKM APP Kementerian Perindustrian RI
  • 6 Kota/ Kabupaten di Indonesia yang di juluki VAN JAVA
  • Surat Terbuka Untuk TPL APP Kemenperin Generasi 4
  • Nada dan Syiar Indosiar LIVE di Pemda Kabupaten Tasikmalaya
  • 20 tahun
  • Surat Dari Tahun 2070
  • Review 2014 Resolutions
  • Ramadhan welcoming us
  • Beasiswa DATAPRINT, Jom ramai-ramai ikut!
  • KONSULTAN IKM KEMENPERIN RI GENERASI IV

Tampilkan postingan dengan label beasiswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label beasiswa. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Desember 2014

Dear all Mahasiswa TPL Generasi ke-4

Peu na haba Surya? Apo kaba Uni Oza? Ape kabar Aon? Po kabar Pia? Apo kabah Tika? Nyow kabagh Andy Tuti?

Setahun lebih kita terpisah, jarak dan waktu. Bagaimana rasanya? Apa kalian memiliki rasa yang sama seperti apa yang aku rasa? Rindu yang amat mendalam membuncah tidak tersalurkan, hanya memandang kalian saja lewat foto sambil membayangkan kebersamaan dulu, hanya itu saja. Kalian tentu bahagia dapat menginjak lagi tanah sumatra yang subur itu, kembali berkumpul dengan keluarga disana.

Kepriwe kabare Desi? Piye kabare Erlin dan Bekti?

Setiap waktu menjadi hari-hari yang berat untuk aku jalani, mengingat dengan mudahnya kita dipisahkan. Padahal perkenalan kita cukup panjang untuk bisa saling memahami satu sama lain. Kita sama-sama memiliki kelemahan dan kelebihan dan kita saling menghargai itu, rasanya aku bangga memiliki kalian sepanjang masa untuk selalu diingat dan dikenang, karena mungkin untuk bertemu dan bertegur sapa tidak bisa.

Yok opo kabare Tia, Bagus, Ula dan Apri? Kalendai riko Andri? 

Sudah lama kita tidak bersenda gurau ya? Seakan-akan kita lupa bahwa gurauan kita sampai saling menyinggung perasaan kita masing-masing. Tapi dengan ikhlas kita bisa saling memaafkan. Mungkin karena kita terlampau dekat, jadi kita terkadang melupakan perasaan. Aku bangga memiliki kalian karena tidak ada yang menyenangkan dibandingkan bersenda gurau dengan kalian.

Kayapa habar pian Mirta dan Bambang? 

Kalian adalah gen terbaik dari generasi kita, tinggi-tinggi dan sehat. Aku selalu memiliki ketakutan tersendiri bersama kalian, mungkin karena asal kalian dari kalimantan, ya sih mitos yang berkembang di Jakarta "Jangan sampai menyinggung perasaan orang kalimantan, mereka sakti...." Di dukung lagi dengan film perawan sebrang semakin aku menjaga jarak. Tapi kalian berbeda, tidak seperti yang aku duga tersebut sebelumnya. Kalian ramah dan sopan, juga paling penting berwawasan luas. Aku bisa mengeruk keuntungan berupa ilmu dari kalian berdua.

Nuapa kareba Ayhu?

You so spesial ya, berangkat dari pulau sulawesi sendiri. Aku sempat terkecoh oleh paras cantikmu loh. Aku pikir kamu orangnya cuek, sombong dan dewasa. Tapi semuanya terpentalkan sejak pertama kita kenalan, kamu ramah dan baik tapi juga rada childish. Beberapa kali terjadi pertengkaran karena perbedaan budaya tidak begitu berarti, karena tanpa saling minta maaf biasanya kita sudah bisa saling akrab kembali. Aku jadi ingin tertawa sendiri jadinya. Ayo kita ke green canyon lagi kalau ada kesempatan.

Buhe haba Bima? Berembe kabar Iki? Kamu pu kabar kermana Ridwan?

Aku selalu senang kalo kalian bicara pakai bahasa daerah, suka meresapi sendiri betapa kaya akan bahasa negeri kita ya. Maaf ya, apabila ada torehan luka di hati kalian karena sifat dan sikapku. Aku bangga dengan bima yang tidak pernah kehilangan identitas diri sebagai orang NTB, begitu pula Ridwan yang telah cukup berhasil membuat aku bersenandung ria menyanyikan lagu pop daerahmu dan Iki yang sudah membuktikan diri bahwa kamu pebisnis sejati. 

Ale kabar bagaimana Dea dan Wati?

Su lama tidak tertawa terbahak-bahak ya kita, seakan-akan bumi ini milik kita saja sedang yang lain mengontrak. Kayaknya hanya sekali seumur hidupku untuk bisa dapat teman sebaik kalian, pengertian dan perhatian. 

Nara goretelo Ila? 

Pertamanya aku kecewa dengan kamu, karena kamu tidak seperti ekspektasiku. Aku pikir Diana Ardila dari Merauke itu berkulit gelap dan berambut kriting seperti orang asli dari Papua yang aku ketahui selama ini. Tapi meskipun kamu tidak asli orang Papua, toh gerak-gerik dan bahasamu mewakilkan orang Papua, dan aku bangga padamu karena kamu selalu tampak ceria, seakan-akan kamu tidak memiliki masalah apapun.

Kumaha damang Ashof, Ade, Rachman, Syarif dan Mega?

Setidaknya kita pernah bertemu sekali ya Shof di BDI Reg 3 Jakarta, terus kita tergabung dalam satu kelompok yang paling kacrut. Meskipun setiap bulan kita diberi kesempatan untuk bertemu di Bandung, tapi rasanya masih kurang saja ya. Mungkin karena kita terbiasa bersama-sama selama tiga tahun pada masa kuliah. Saat ngobrol, rasanya canggung apabila menggunakan bahasa Indonesia, karenya saat kita berkumpul kita berbicara dalam bahasa sunda sampai orang lain terheran-heran dengan bahasa yang kita gunakan. Kalian adalah panutan buatku, untuk lebih survive dan bersyukur untuk menjalani hidup. Kita lewati kesenangan dan kesehidan bersama sebagai perantau dari Jawa Barat.

Aku tahu, kalian memiliki kesibukan sendiri-sendiri tentang tugas sebagai TPL di dinas daerah kalian atau mungkin sebagai pengusaha yang menjajaki kesuksesan. Surat terbuka ini adalah rasa rindu yang aku tuangkan karena terlalu lama menahannya.

Rasanya baru kemarin kita bertemu ya? Kita saling bertatapan dan memperkenalkan diri dengan lugu. Kalian ingat masa OSPEK kita di kampus? Kita sangat lugu dan menyedihkan sekali dengan topi caping dan atribut OSPEK lainnnya. Tapi kita bahagia, sampai-sampai tiap sehabis OSPEK kita berfoto bersama, aku masih menyimpan itu semua dan jadi kenangan yang manis.

Wajah lugu kita pada bulan pertama di Jakarta
 Setiap hari kita lewatkan untuk selalu bersama, berjalan bersamaan menuju kampus seperti sekawanan bebek. Tapi kita tidak merasa risih dan malu, sekalipun kita datang dari daerah dan kampung tidak lantas membuat kita berpenampilan sok kota. Kita tetap apa adanya seperti kita saat di daerah. Hari demi hari kita semakin akrab, saking akrabnya kita punya nama panggilan yang ngetren seperti "Dung dung" "Dodol" "Cuk" "Cuy".

Kita masih tetap manusia biasa yang memiliki rasa emosi dan egois, hal itu yang sering menjadikan pertengkaran diantara kita. Kalian coba ingat-ingat pertengkaran-pertengkaran yang terjadi, antar kubu ataupun antar pribadi. Semuanya kita pernah rasakan, namun tidak lantas menjadikan kita saling bermusuhan dan menjauh satu sama lain, justru kita semakin sangat dekat. Bagiku, kalian adalah sosok keluargaku di Jakarta. Kita selalu ingat untuk saling memberi perhatian apabila ada diantara kita yang sakit, kita tahu rasanya jauh dari keluarga sangat menyedihkan, maka dari itu kita saling memantaskan diri untuk dianggap sebagai keluarga.

Ada saatnya pula kita tidak saling bersama karena memasuki tahun kedua di Jakarta kita memiliki kesibukan masing-masing, meskipun kita tahu perpisahan adalah kepastian. Aku ingin memgulang waktu untuk lebih menghargai waktu untuk kebersamaan kita.

Kita selalu bahu-membahu dalam mengerjakan tugas, saling memberi penjelasan atas ketidakfahaman kita masing-masing. Dan kita selalu berhasil melewati semua itu dengan baik.

Gladi bersih sebelum pentas International Trade Expo APP


Momen yang paling tidak terlupakan adalah kebersamaan kita dalam menampilkan kesenian daerah pada acara "International Trade Expo" Kita berhari-hari berlatih untuk menampilkan yang terbaik, dari sana aku lebih bisa mengenal lebih jauh bahasa sehari-hari yang kalian gunakan. Pada saatnya tiba pementasan, kita sangat bangga meskipun setelahnya kita harus mengikuti satu mata kuliah, kita tidak terbebani, kita sangat bahagia.

Sesampainya kita di Yogyakarta


Kita juga pernah tidur bersama dalam perjalanan ke Yogyakarta, kita bisa saling tahu wajah asli kita lucunya saat tertidur, sayup-sayup terdengar suara dengkuran kita tidak mengindahkan itu. Kita lupa bahwa dikursi depan ada pembimbing dari kampus, tapi dengan seenaknya kita bernyanyi dan menari didalam bis. Kita benar-benar menikmati perjalanan panjang ke Yogya, meskipun diantara kita ada yang tidak suka naik bis tapi kita mencoba memberikan ekspektasi senyaman mungkin.
 
Kita menggunakan seragam kerja

Kalian ingat saat kita kerja tiap week end di Pemancingan dengan kos? Tidak semata-mata untuk lembaran uang, tapi untuk menambah pengalaman dan merasakan bagaimana rasanya bekerja. Orang tua kalian tau? Saat itu kita sebagai pelayan, menjajakan makanan dan minuman kepada pengunjung pemancingan. Sebagian lagi berapa di kitchen untuk membantu membuatkan minuman dan makanan, kita sadar ya repotnya menangani pelanggan. Para pria sibuk melepaskan kail dari mulut ikan yang tertangkap oleh pemancing, aku pernah terluka pada tangan karena sirip ikan yang tajam. Selama bekerja juga tidak semudah yang kita bayangkan, banyak diantaranya pengunjung yang nakal, adapula pengunjung yang tidak sabar menunggu pesanannya. Tapi kita bisa melewati itu, menjadi pengalaman yang sangat berharga. Sekaligus lewat surat terbuka ini aku ingin berterima kasih kepada Bapak pemilik kos yang telah berbaik hati kepada kami untuk memberikan kesempatan-kesempatan berharga untuk kami, termasuk pula mengumpulkan kita pada setiap kesempatan yang ada.

Aku baru sadar, kalian sekarang telah jauh dari pandangan mata. Hanya getaran rindu yang selalu berkecamuh dalam dada, aku menyesali diri setiap hari tidak pernah berusaha menjadi sahabat terbaik buat kalian semua. Aku ingin menatap kalian lagi dan meminta maaf.

Mari kita meraih mimpi kita masing-masing. Menjadi pengusaha yang sukses, PNS yang jujur, guru yang cerdas, pegawai bank yang supel, meraih gelar sarjana sampai Phd.

Terakhir, Mari ceritakan kisah kita pada anak cucu kita nanti, bahwa kita meskipun jauh tapi pernah sangat dekat dan lekat. Ceritakan tentang persahabatan yang abadi dan berikan nasihat agar memanfaatkan waktu sebaik mungkin dengan orang disekitar kita sebelum terpisahkan jarak. 

Ila, Ayhu, Ridwan, Yowan, Bams, Tia


                                      
Yow/red
 

Senin, 24 Desember 2012

Kawan-kawan ada info keren nih, dari DataPrint. Tau ngga? ngga gaul deh kalo sampe sekarang kamu belum tau DataPrint, hari gini gituloh. kalo belum tau cari sendiri di Google ya :P Tahun ini, DataPrint kembali membuka program beasiswa bagi 700 orang pelajar dan mahasiswa, kereeen kan?. Program beasiswa dibagi dalam dua periode. Tidak ada sistem kuota berdasarkan daerah dan atau sekolah/perguruan tinggi. Hal ini bertujuan agar beasiswa dapat diterima secara merata bagi seluruh pengguna DataPrint. Beasiswa terbagi dalam tiga nominal yaitu Rp 250 ribu, Rp 500 ribu dan Rp 1 juta. Dana beasiswa akan diberikan satu kali bagi peserta yang lolos penilaian. Aspek penilaian berdasarkan dari essay, prestasi dan keaktifan peserta. Lebih lengkap lagi ayo visit Beasiswa DataPrint

 

Rabu, 25 April 2012



Pendaftaran Beasiswa Tenaga Penyuluh Lapangan IKM

Dalam rangka mempercepat pertumbuhan industri kecil dan menengah di seluruh Indonesia, Kementerian Perindustrian berupaya untuk mempersiapkan Tenaga Penyuluh Lapangan sebagai calon wirausahawan dan pembina IKM melalui Program Beasiswa pada unit pendidikan di lingkungan Kementerian Perindustrian.
Sehubungan dengan hal tersebut, Kementerian Perindustrian memberikan kesempatan kepada siswa/i berprestasi di tingkat Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMA/MA/SMK) untuk mengikuti Program Beasiswa dimaksud. Program ini diprioritaskan bagi siswa/i yang tingal di daerah tertinggal, daerah terpencil, daerah perbatasan, daerah pasca bencana, daerah pasca konflik, dan daerah pemekaran.
Berkas lamaran/pendaftaran dapat dikirim secara perorangan atau kolektif, dengan disertai surat pengantar dari Kepala Sekolah/Pemerintah Daerah/Dinas yang menangani sektor industri setempat, yang ditujukan kepada

Biro Kepegawaian Kementerian Perindustrian RI
Jl. Jenderal Gatot Subroto Kav. 52-53, Lt. 8
Jakarta Selatan
paling lambat tanggal 31 Mei 2012 (cap pos)
Hasil seleksi akan diumumkan pada bulan Juli 2012.
Persyaratan, pilihan program konsentrasi, formulir, dan informasi lebih lanjut mengenai Program Beasiswa TPL IKM dapat dilihat pada file di bawah ini.




Klik untuk mendownload Formulir dan SK menteri Surat Sekjen Kemenperin No. 290/SJ-IND/4/2012 

Selasa, 17 April 2012

Dokumen ini dipublikasi di majalah “Crónica de los Tiempos” April 2002.
(Translation in free bahasa: Yuliana Suliyanti, Aug 2007)

Aku hidup di tahun 2070.
Aku berumur 50 tahun, tetapi kelihatan seperti sudah 85 tahun.
Aku mengalami banyak masalah kesehatan,
terutama masalah ginjal karena aku minum sangat sedikit air putih.

Aku fikir aku tidak akan hidup lama lagi.

Sekarang, aku adalah orang yang paling tua di lingkunganku

Aku teringat disaat aku berumur 5 tahun
Semua sangat berbeda.

Masih banyak pohon di hutan dan tanaman hijau di sekitar,
setiap rumah punya halaman dan taman yang indah,
dan aku sangat suka bermain air dan mandi sepuasnya.

Sekarang, kami harus membersihkan diri hanya dengan handuk sekali pakai yang dibasahi dengan minyak mineral.

Sebelumnya, rambut yang indah adalah kebanggaan semua perempuan.
Sekarang, kami harus mencukur habis rambut untuk membersihkan kepala tanpa menggunakan air.

Sebelumnya, ayahku mencuci mobilnya dengan menyemprotkan air langsung dari keran ledeng.

Sekarang, anak-anak tidak percaya bahwa dulunya air bisa digunakan untuk apa saja.

Aku masih ingat seringkali ada pesan yang mengatakan:
”JANGAN MEMBUANG BUANG AIR”
Tapi tak seorangpun memperhatikan pesan tersebut.

Orang beranggapan bahwa air tidak akan pernah habis karena persediaannya yang tidak terbatas.

Sekarang, sungai, danau, bendungan dan air bawah tanah semuanya telah tercemar atau sama sekali kering.

Pemandangan sekitar yang terlihat hanyalah gurun-gurun pasir yang tandus.

Infeksi saluran pencernaan, kulit dan penyakit saluran kencing sekarang menjadi penyebab kematian nomor satu.

Industri mengalami kelumpuhan, tingkat pengangguran mencapai angka yang sangat dramatik. Pekerja hanya dibayar dengan segelas air minum per harinya.

Banyak orang menjarah air di tempat-tempat yang sepi.

80% makanan adalah makanan sintetis.

Sebelumnya, rekomendasi umum untuk menjaga kesehatan adalah minum sedikitnya 8 gelas air putih setiap hari.
Sekarang, aku hanya bisa minum setengah gelas air setiap hari.

Sejak air menjadi barang langka, kami tidak mencuci baju,
pakaian bekas pakai langsung dibuang,
yang kemudian menambah banyaknya jumlah sampah.
Kami menggunakan septic tank untuk buang air, seperti pada masa lampau,
karena tidak ada air.

Manusia di jaman kami kelihatan menyedihkan: tubuh sangat lemah; kulit pecah-pecah akibat dehidrasi; ada banyak koreng dan luka akibat banyak terpapar sinar matahari karena lapisan ozon dan atmosfir bumi semakin habis.

Karena keringnya kulit, perempuan berusia 20 tahun kelihatan seperti telah berumur 40 tahun.

Para ilmuwan telah melakukan berbagai investigasi dan penelitian, tetapi tidak menemukan jalan keluar.
Manusia tidak bisa membuat air.

Sedikitnya jumlah pepohonan dan tumbuhan hijau membuat ketersediaan oksigen sangat berkurang, yang membuat turunnya kemampuan intelegensi generasi mendatang.

Morphology manusia mengalami perubahan…
…yang menghasilkan anak-anak dengan berbagai masalah defisiensi, mutasi, dan malformasi.

Pemerintah bahkan membuat pajak atas udara yang kami hirup:
137 m3 per orang per hari.
[31,102 galon]

Bagi siapa yang tidak bisa membayar pajak ini akan dikeluarkan dari “kawasan ventilasi” yang dilengkapi dengan peralatan paru-paru mekanik raksasa bertenaga surya yang menyuplai oksigen.

Udara yang tersedia di dalam “kawasan ventilasi” tidak berkulitas baik, tetapi setidaknya menyediakan oksigen untuk bernafas.

Umur hidup manusia rata-rata adalah 35 tahun.

Beberapa negara yang masih memiliki pulau bervegetasi mempunyai sumber air sendiri. Kawasan ini dijaga dengan ketat oleh pasukan bersenjata.

Air menjadi barang yang sangat langka dan berharga, melebihi emas atau permata.

Disini ditempatku tidak ada lagi pohon karena sangat jarang turun hujan. Kalaupun hujan, itu adalah hujan asam.

Tidak dikenal lagi adanya musim. Perubahan iklim secara global terjadi di abad 20 akibat efek rumah kaca dan polusi.

Kami sebelumnya telah diperingatkan bahwa sangat penting untuk menjaga kelestarian alam, tetapi tidak ada yang peduli.

Pada saat anak perempuanku bertanya bagaimana keadaannya ketika aku masih muda dulu, aku menggambarkan bagaimana indahnya hutan dan alam sekitar yang masih hijau.

Aku menceritakan bagaimana indahnya hujan, bunga, asyiknya bermain air, memancing di sungai, dan bisa minum air sebanyak yang kita mau.

Aku menceritakan bagaimana sehatnya manusia pada masa itu.

Dia bertanya:
- Ayah! Mengapa tidak ada air lagi sekarang ?

Aku merasa seperti ada yang menyumbat tenggorokanku…

Aku tidak dapat menghilangkan perasaan bersalah, karena aku berasal dari generasi yang menghancurkan alam dan lingkungan dengan tidak mengindahkan secara serius pesan-pesan pelestarian… dan banyak orang lain juga!

Aku berasal dari generasi yang sebenarnya bisa merubah keadaan, tetapi tidak ada seorangpun yang melakukan.

Sekarang, anak dan keturunanku yang harus menerima akibatnya.

Sejujurnya, dengan situasi ini kehidupan di planet bumi tidak akan lama lagi punah, karena kehancuran alam akibat ulah manusia sudah mencapai titik akhir.

Aku berharap untuk bisa kembali ke masa lampau dan meyakinkan umat manusia untuk mengerti apa yang akan terjadi …

… Pada saat itu masih ada kemungkinan dan waktu bagi kita untuk melakukan upaya menyelamatkan planet bumi ini!

Kirim surat ini ke semua teman dan kenalan anda, walaupun hanya berupa pesan, kesadaran global dan aksi nyata akan pentingnya melestarikan air dan lingkungan harus dimulai dari setiap orang.

Persoalan ini adalah serius dan sebagian sudah menjadi hal yang nyata dan terjadi di sekitar kita. Lakukan untuk anak dan keturunanmu kelak.

Minggu, 15 April 2012

Minggu 15 April 2012 ini, saya merasa sangat menyesal karena telah melewatkan beberapa acara yang penting:
1. Wirausaha Mapan @ Kampus STEKPI Kalibata Jaksel
2. Seminar Ekonomi Syariah dan Perfom Nasyid @ Kantor Walikota Depok
3. Pertemuan Mahasiswa TPL Kementerian Perindustrian TPL Kampus SE-Jawa @ Kampus AKA Bogor

Selasa 10 April 2012 lalu, saya dan beberapa teman saya menghadiri Undangan Seminar dan Pameran Produk Binaan TPL IKM 2007 di Lantai dasar gedung Kementerian Perindustrian RI di Mampang Jakarta Selatan, selain mahasiswa program beasiswa TPL dari Akademi Pimpinan Perusahaan Jakarta, diUndang juga mahasiswa beasiswa TPL dari Akademi Kimia Analis Bogor dan Sekolah Tinggi Manajemen Industri Jakarta. Selain kami bisa menambah ilmu tentang berwirausaha langsung dari Pak Menteri Perindustrian, kami juga bisa melihat prestasi kakak TPL 2007 beasiswa TPL angkatan pertama, mereka telah berhasil membina IKM menjadi lebih baik, mereka yang diundang mempamerkan produknya adalah perwakilan dari Tiap Provinsi. Saya sendiri sangat bangga ketika melihat-lihat di Stand JAWA BARAT, produk-produk asli jawa barat bisa saya temui seperti: Anyaman bambu, mukena, rangginang dari Tasikmalaya, kemudian dodol aneka rasa dari Garut, aneka cemilan dan makanan khas dari Indramayu, batik khas kraton dari Cirebon dan masih banyak lagi, hal ini tentu membuat saya termotivasi untuk semakin meningkatkan kualitas diri dalam menyuluh dan yang paling penting segera memulai untuk berbisnis.

Thanks