Popular Posts
  • 6 Kota/ Kabupaten di Indonesia yang di juluki VAN JAVA
  • SELAMAT UJIAN
  • Kksk
  • CERITA TENTANG SI KUCING JELEK!
  • Giochie
  • Nada dan Syiar Indosiar LIVE di Pemda Kabupaten Tasikmalaya
  • SURAT TERBUKA -1
  • Profil Mahasiswa Program Beasiswa TPL IKM APP Kementerian Perindustrian RI
  • Adam Lambert - Time For Miracle
  • Pendaki [Lain] Film Pendek

Tampilkan postingan dengan label app. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label app. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Oktober 2014



Untuk semua yang mengenalku didalam lingkaran dakwah Ldk Mts App

Assalamualikum Warahmatullahiwabarakatuh..
Apa kabar semuanya atau kita dulu biasa bertanya dalam bahasa arab “Khaifa khaluk?” Maaf apabila pelafalannya dalam abjad salah. Kitapun biasa bersahutan untuk menjawab itu “Khoir alhamdulillah, wa antum khaifa ha?” dan dijawab lagi “Ana bikhoir aidon” Pada siapa ya dulu saya belajar itu? Seingatku Ldk angkatan 2008 atau biasa kita menyebutnya ZUI (Zona Ukhuwah Islamiyah) ya dulu saya mengetahui percakapan itu dalam bahasa arab dari Ikhwan 2008. Intinya saya harapkan semuanya dalam keadaan paling baik dan paling super.
Surat ini jelas bermaksud bukan tidak artinya meskipun hanya ucapan terima kasih banyak. Ya, saya mengirimkan terima kasih lewat doa sebanyak-banyaknya kepada kalian atas segala hal baik yang selalu saya dapatkan dari semuanya, sungguh saya mengucapkan terima kasih kepada Allah kerana mengirimkan semuanya untuk saya kenal, karena dari kalian hidup saya terjaga dalam kebaikan.
Seperti yang pernah saya sampaikan pada akhir acara Transit 2010 silam, alasan saya bergabung dengan semuanya adalah untuk terangkul dalam pergaulan yang baik karena saya pada kesempatan itu jauh dari keluarga untuk pertama kalinya, maka dari itu Ldk adalah keluarga di Jakarta. Senang rasanya saat tulisan karangan deskripsi yang saya tulis mendapat tanggapan positif dari semuanya terutama panitia. Dengan suara lantang saya membacakan itu dengan disimak semuanya. Terima kasih ya.
Selama menjadi anggota Ldk pada tahun pertama, saya benar-benar mewujudkan impian saya untuk tetap dalam lingkungan yang baik dan Ldk begitu, seperti sebuah keluarga. Dan Ldk giat memberikan berbagai macam pendidikan islam dan umum agar saya semakin menigkat keimanannya kepada Allah, meskipun kadang kala saya malas mengikuti kegiatannya.
Pada tahun berikutnya saya dipercaya untuk menjabat sebagai kepala divisi media islam pada departemen syiar, saya sungguh tidak siap untuk itu. Karena saya terbiasa untuk menerima dan mengikuti, saya benci saat itu harus melakukan ini dan itu, saya benci di suruh mengerjakan ini dan itu, saya benci dengan jabatan itu. Namun lambat laun saya menyadarinya, senior memberikan jabatan ini agar saya semakin memiliki rasa tanggung jawab dan memiliki keluarga yang saya sebut Ldk Mts App ini.
Sebab saya menyadarinya lambat laun tentang maksud dan tujuan saya menjabat di divisi media islam, saya menjadi lebih bersemangat. Namun saya menyadari bahwa saya tidak maksimal dalam menjalankan jabatan itu, dengan adanya rapat khusus tentang apa yang telah saya kerjakan. Saya minta maaf semuanya atas semua itu, saya tidak benar-benar baik menjadi pengurus Ldk pada saat itu, sekali lagi gomen.
Namun seleksi alam itu benar-benar terjadi, saya menemukan lingkaran lain yang menurut saya saat itu tidak perlu memikul tanggung jawab apa-apa, saya hanya perlu diam dan menyimak bongkahan ilmu, saya berfikiran saya tidak perlu dengan segala hal hal-hal yang menghabiskan waktu di Ldk, saya menemukan lingkaran lain.
Perlahan saya mempunyai jarak dengan semuanya, terutama Getar yang selalu jadi kebangga dalam diri saya. Sampai akhirnya saya benar-benar lenyap dari lingkaran semuanya dan sepertinya semuanya tidak mempermasalahkan itu, dakwah terus berjalan dan akhirnya saya tidak memiliki lagi langkah yang sama dengan kalian. Dalam beberapa waktu sepulang kuliah, saya melihat kalian istiqomah dengan program kerja, saya hanya tersenyum. Senang rasanya semuanya baik-baik saja dan selalu menjadi organisasi yang solid.
Beberapa pertemuan penting Ldk adakan, adakalanya saya mendapat jarkom untuk menghadirinya adakalnya tidak ada. Saya tetap tidak tergugah untuk melangkah dan menemui semuanya. Saya lebih senang dengan lingkaran baru yang saya miliki saat itu.
Namun lebih dari itu, semuanya adalah anugerah Allah yang paling baik yang pernah saya temukan. Bersama semuanya saya benar-benar bisa terjaga seperti dalam suatu keluarga sunggguhan, namun saya memiliki hal-hal bodoh yang biasa dilakukan manusia, dan hal bodoh itu adalah meniggalkan lingkaran kecil bersama semuanya. Tapi sungguh, saya tidak peres kali ini, saya berfikiran selama hidup yang saya lewatin selama 22 tahun ini, semuanya adalah yang paling terbaik. Terima kasih ya..
Surat terbuka ini mungkin mengahabiskan waktu untuk membacanya untuk semuanya, namun inti dari yang ingin saya sampaikan adalah terima kasih sebanyak-banyaknya.

Yowan A. Permana 17 Oct 2014

Senin, 10 September 2012

 
''Kedisiplinan dan kesempurnaan dalam segala hal berbanding lurus dengan keliaran imajinasinya
Sandiaga Salahudin Uno dikenal sebagai pengusaha muda sukses. Dalam usianya memasuki 43 tahun, ia sudah menjabat sebagai CEO Saratoga Capital dan juga pimpinan di sejumlah perusahaan besar yang bergerak di sektor sumber daya alam dan infrastuktur.  Ia juga telah menyelamatkan salah satu maskapai penerbangan kebanggan Indonesia yang hampir bangkrut, yakni PT Mandala Airlines. Langkah tersebut dilakukannya dengan membeli saham perusahaan ini. 
Namun, di balik kesuksuksesannya ini, ada keistimewaan yang patut dibanggakan dan ditauladani. Pria yang memiliki motto: kerja keras, kerja tuntas dan kerja ikhlas itu, 
terus berusaha menyebarkan virus kewirausahaan kepada seluruh rakyat Indonesia. Sebagai pengusaha muda dan intelektual, dia ingin pula melakukan transfer ilmu dan berbagi pengalaman melalu berbagai cara untuk membangun basis pendidikan jiwa wirausaha di masyarakat yang utamanya di kalangan generasi muda.
Sandi melihat masih minimnya entepreneur atas diri bangsa ini.  Hal itu akibat sistem dan kurikulum pendidikan selama ini yang berorientasi hanya pada gelar. Dia menginginkan pemerintah, pengusaha dan semua pihak untuk merombak kurikulum, sehingga hasil pendidikan berorientasi pada pola pikir yang melahirkan pengusaha-pengusaha baru. Kurikulum wirausaha di kampus harus memberikan orientasi kepada calon sarjana untuk menjadi pencipta lapangan kerja, bukan pencari kerja.
Dengan menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan, dipastikan rakyat Indonesia akan menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Bukan lagi sebagai penonton dari kemajuan bangsa lain. Sikap yang memberikan harapan inilah merupakan modal dasar bagi seorang pemimpin untuk membawa perubahan ke arah yang lebih baik bagi Indonesia ke depan. (*)

sourch : republik memanggil

Minggu, 15 April 2012

Minggu 15 April 2012 ini, saya merasa sangat menyesal karena telah melewatkan beberapa acara yang penting:
1. Wirausaha Mapan @ Kampus STEKPI Kalibata Jaksel
2. Seminar Ekonomi Syariah dan Perfom Nasyid @ Kantor Walikota Depok
3. Pertemuan Mahasiswa TPL Kementerian Perindustrian TPL Kampus SE-Jawa @ Kampus AKA Bogor

Selasa 10 April 2012 lalu, saya dan beberapa teman saya menghadiri Undangan Seminar dan Pameran Produk Binaan TPL IKM 2007 di Lantai dasar gedung Kementerian Perindustrian RI di Mampang Jakarta Selatan, selain mahasiswa program beasiswa TPL dari Akademi Pimpinan Perusahaan Jakarta, diUndang juga mahasiswa beasiswa TPL dari Akademi Kimia Analis Bogor dan Sekolah Tinggi Manajemen Industri Jakarta. Selain kami bisa menambah ilmu tentang berwirausaha langsung dari Pak Menteri Perindustrian, kami juga bisa melihat prestasi kakak TPL 2007 beasiswa TPL angkatan pertama, mereka telah berhasil membina IKM menjadi lebih baik, mereka yang diundang mempamerkan produknya adalah perwakilan dari Tiap Provinsi. Saya sendiri sangat bangga ketika melihat-lihat di Stand JAWA BARAT, produk-produk asli jawa barat bisa saya temui seperti: Anyaman bambu, mukena, rangginang dari Tasikmalaya, kemudian dodol aneka rasa dari Garut, aneka cemilan dan makanan khas dari Indramayu, batik khas kraton dari Cirebon dan masih banyak lagi, hal ini tentu membuat saya termotivasi untuk semakin meningkatkan kualitas diri dalam menyuluh dan yang paling penting segera memulai untuk berbisnis.

Thanks