Popular Posts
  • Profil Mahasiswa Program Beasiswa TPL IKM APP Kementerian Perindustrian RI
  • Tasikmalaya, Sabang, Ciamis, Palu
  • SELAMAT UJIAN
  • Number One For Me #Mom
  • 19:19 Thu, 15, 05, 14
  • (TasikMalaya) Mendong
  • Bismillah Ya Rabb,
  • Untuk Para Wanita
  • 6 Kota/ Kabupaten di Indonesia yang di juluki VAN JAVA
  • Nada dan Syiar Indosiar LIVE di Pemda Kabupaten Tasikmalaya

Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Oktober 2014



Untuk semua yang mengenalku didalam lingkaran dakwah Ldk Mts App

Assalamualikum Warahmatullahiwabarakatuh..
Apa kabar semuanya atau kita dulu biasa bertanya dalam bahasa arab “Khaifa khaluk?” Maaf apabila pelafalannya dalam abjad salah. Kitapun biasa bersahutan untuk menjawab itu “Khoir alhamdulillah, wa antum khaifa ha?” dan dijawab lagi “Ana bikhoir aidon” Pada siapa ya dulu saya belajar itu? Seingatku Ldk angkatan 2008 atau biasa kita menyebutnya ZUI (Zona Ukhuwah Islamiyah) ya dulu saya mengetahui percakapan itu dalam bahasa arab dari Ikhwan 2008. Intinya saya harapkan semuanya dalam keadaan paling baik dan paling super.
Surat ini jelas bermaksud bukan tidak artinya meskipun hanya ucapan terima kasih banyak. Ya, saya mengirimkan terima kasih lewat doa sebanyak-banyaknya kepada kalian atas segala hal baik yang selalu saya dapatkan dari semuanya, sungguh saya mengucapkan terima kasih kepada Allah kerana mengirimkan semuanya untuk saya kenal, karena dari kalian hidup saya terjaga dalam kebaikan.
Seperti yang pernah saya sampaikan pada akhir acara Transit 2010 silam, alasan saya bergabung dengan semuanya adalah untuk terangkul dalam pergaulan yang baik karena saya pada kesempatan itu jauh dari keluarga untuk pertama kalinya, maka dari itu Ldk adalah keluarga di Jakarta. Senang rasanya saat tulisan karangan deskripsi yang saya tulis mendapat tanggapan positif dari semuanya terutama panitia. Dengan suara lantang saya membacakan itu dengan disimak semuanya. Terima kasih ya.
Selama menjadi anggota Ldk pada tahun pertama, saya benar-benar mewujudkan impian saya untuk tetap dalam lingkungan yang baik dan Ldk begitu, seperti sebuah keluarga. Dan Ldk giat memberikan berbagai macam pendidikan islam dan umum agar saya semakin menigkat keimanannya kepada Allah, meskipun kadang kala saya malas mengikuti kegiatannya.
Pada tahun berikutnya saya dipercaya untuk menjabat sebagai kepala divisi media islam pada departemen syiar, saya sungguh tidak siap untuk itu. Karena saya terbiasa untuk menerima dan mengikuti, saya benci saat itu harus melakukan ini dan itu, saya benci di suruh mengerjakan ini dan itu, saya benci dengan jabatan itu. Namun lambat laun saya menyadarinya, senior memberikan jabatan ini agar saya semakin memiliki rasa tanggung jawab dan memiliki keluarga yang saya sebut Ldk Mts App ini.
Sebab saya menyadarinya lambat laun tentang maksud dan tujuan saya menjabat di divisi media islam, saya menjadi lebih bersemangat. Namun saya menyadari bahwa saya tidak maksimal dalam menjalankan jabatan itu, dengan adanya rapat khusus tentang apa yang telah saya kerjakan. Saya minta maaf semuanya atas semua itu, saya tidak benar-benar baik menjadi pengurus Ldk pada saat itu, sekali lagi gomen.
Namun seleksi alam itu benar-benar terjadi, saya menemukan lingkaran lain yang menurut saya saat itu tidak perlu memikul tanggung jawab apa-apa, saya hanya perlu diam dan menyimak bongkahan ilmu, saya berfikiran saya tidak perlu dengan segala hal hal-hal yang menghabiskan waktu di Ldk, saya menemukan lingkaran lain.
Perlahan saya mempunyai jarak dengan semuanya, terutama Getar yang selalu jadi kebangga dalam diri saya. Sampai akhirnya saya benar-benar lenyap dari lingkaran semuanya dan sepertinya semuanya tidak mempermasalahkan itu, dakwah terus berjalan dan akhirnya saya tidak memiliki lagi langkah yang sama dengan kalian. Dalam beberapa waktu sepulang kuliah, saya melihat kalian istiqomah dengan program kerja, saya hanya tersenyum. Senang rasanya semuanya baik-baik saja dan selalu menjadi organisasi yang solid.
Beberapa pertemuan penting Ldk adakan, adakalanya saya mendapat jarkom untuk menghadirinya adakalnya tidak ada. Saya tetap tidak tergugah untuk melangkah dan menemui semuanya. Saya lebih senang dengan lingkaran baru yang saya miliki saat itu.
Namun lebih dari itu, semuanya adalah anugerah Allah yang paling baik yang pernah saya temukan. Bersama semuanya saya benar-benar bisa terjaga seperti dalam suatu keluarga sunggguhan, namun saya memiliki hal-hal bodoh yang biasa dilakukan manusia, dan hal bodoh itu adalah meniggalkan lingkaran kecil bersama semuanya. Tapi sungguh, saya tidak peres kali ini, saya berfikiran selama hidup yang saya lewatin selama 22 tahun ini, semuanya adalah yang paling terbaik. Terima kasih ya..
Surat terbuka ini mungkin mengahabiskan waktu untuk membacanya untuk semuanya, namun inti dari yang ingin saya sampaikan adalah terima kasih sebanyak-banyaknya.

Yowan A. Permana 17 Oct 2014

Jumat, 08 Maret 2013

Dengar suaraku
Aku menyeru padamu
Ku berlutut di hadapanmu
Karena aku rindu

Tatapan matamu
Indah menusuk hatiku
Kau berikan semua kasih
Tanpa batas waktu

Ku ingin kau lantunkan lagu
Terindah untukku
Sebagai tanda selamanya kita bersama

Ibu . . . .
Ini aku anakmu
Berdiri dengan mata berkaca - kaca
Kau kasihi ku begitu
Entah dengan apa
Ku balas pengorbananmu

Ku tahu di malam gelapmu
Kau menengadah
Berdo'a untuk kehidupanku

Seperti air di sungai jernih itu
Kau memberi perhatianmu
Tanpa henti


Kau linangkan air mata
Kesungguhan menginginkan ku bahagia

Aku hanya memiliki sebentuk hati untukmu
Tanda aku cinta

Sabtu, 12 November 2011



Cerita Di Ujung Senja

Kata pujangga cinta letaknya di hati. Meskipun tersembunyi, namun getarannya tampak sekali. Ia mampu mempengaruhi pikiran sekaligus mengendalikan tindakan. Sungguh, Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat. Cintalah yang mampu melunakkan besi, menghancurkan batu karang, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta (Jalaluddin Rumi).
Namun hati-hati juga dengan cinta, karena cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, jika cintanya itu disambut oleh para pecinta palsu. Cinta yang tidak dilandasi kepada Allah. Itulah para pecinta dunia, harta dan wanita. Dia lupa akan cinta Allah, cinta yang begitu agung, cinta yang murni.
Cinta Allah cinta yang tak bertepi. Jikalau sudah mendapatkan cinta-Nya, dan manisnya bercinta dengan Allah, tak ada lagi keluhan, tak ada lagi tubuh lesu, tak ada tatapan kuyu. Yang ada adalah tatapan optimis menghadapi segala cobaan, dan rintangan dalam hidup ini. Tubuh yang kuat dalam beribadah dan melangkah menggapai cita-cita tertinggi yakni syahid di jalan-Nya.
Tak jarang orang mengaku mencintai Allah, dan sering orang mengatakan mencitai Rasulullah, tapi bagaimana mungkin semua itu diterima Allah tanpa ada bukti yang diberikan, sebagaimana seorang arjuna yang mengembara, menyebarangi lautan yang luas, dan mendaki puncak gunung yang tinggi demi mendapatkan cinta seorang wanita. Bagaimana mungkin menggapai cinta Allah, tapi dalam pikirannya selalu dibayang-bayangi oleh wanita/pria yang dicintai. Tak mungkin dalam satu hati dipenuhi oleh dua cinta. Salah satunya pasti menolak, kecuali cinta yang dilandasi oleh cinta pada-Nya.
Di saat Allah menguji cintanya, dengan memisahkanya dari apa yang membuat dia lalai dalam mengingat Allah, sering orang tak bisa menerimanya. Di saat Allah memisahkan seorang gadis dari calon suaminya, tak jarang gadis itu langsung lemah dan terbaring sakit. Di saat seorang suami yang istrinya dipanggil menghadap Ilahi, sang suami pun tak punya gairah dalam hidup. Di saat harta yang dimiliki hangus terbakar, banyak orang yang hijrah kerumah sakit jiwa, semua ini adalah bentuk ujian dari Allah, karena Allah ingin melihat seberapa dalam cinta hamba-Nya pada-Nya. Allah menginginkan bukti, namun sering orang pun tak berdaya membuktikannya, justru sering berguguran cintanya pada Allah, disaat Allah menarik secuil nikmat yang dicurahkan-Nya.
Itu semua adalah bentuk cinta palsu, dan cinta semu dari seorang makhluk terhadap Khaliknya. Padahal semuanya sudah diatur oleh Allah, rezki, maut, jodoh, dan langkah kita, itu semuanya sudah ada suratannya dari Allah, tinggal bagi kita mengupayakan untuk menjemputnya. Amat merugi manusia yang hanya dilelahkan oleh cinta dunia, mengejar cinta makhluk, memburu harta dengan segala cara, dan enggan menolong orang yang papah. Padahal nasib di akhirat nanti adalah ditentukan oleh dirinya ketika hidup didunia, Bersungguh-sungguh mencintai Allah, ataukah terlena oleh dunia yang fana ini. Jika cinta kepada selain Allah, melebihi cinta pada Allah, merupakan salah satu penyebab do’a tak terijabah.
Bagaimana mungkin Allah mengabulkan permintaan seorang hamba yang merintih menengadah kepada Allah di malam hari, namun ketika siang muncul, dia pun melakukan maksiat.
Bagaimana mungkin do’a seorang gadis ingin mendapatkan seorang laki-laki sholeh terkabulkan, sedang dirinya sendiri belum sholehah.
Bagaimana mungkin do’a seorang hamba yang mendambakan rumah tangga sakinah, sedang dirinya masih diliputi oleh keegoisan sebagai pemimpin rumah tangga..
Bagaimana mungkin seorang ibu mendambakan anak-anak yang sholeh, sementara dirinya disibukkan bekerja di luar rumah sehingga pendidikan anak terabaikan, dan kasih sayang tak dicurahkan.
Bagaimana mungkin keinginan akan bangsa yang bermartabat dapat terwujud, sedangkan diri pribadi belum bisa menjadi contoh teladan
Banyak orang mengaku cinta pada Allah dan Allah hendak menguji cintanya itu. Namun sering orang gagal membuktikan cintanya pada sang Khaliq, karena disebabkan secuil musibah yang ditimpakan padanya. Yakinlah wahai saudaraku kesenangan dan kesusahan adalah bentuk kasih sayang dan cinta Allah kepada hambanya yang beriman…
Dengan kesusahan, Allah hendak memberikan tarbiyah terhadap ruhiyah kita, agar kita sadar bahwa kita sebagai makhluk adalah bersifat lemah, kita tidak bisa berbuat apa-apa kecuali atas izin-Nya. Saat ini tinggal bagi kita membuktikan, dan berjuang keras untuk memperlihatkan cinta kita pada Allah, agar kita terhindar dari cinta palsu.
Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan hambanya yang betul-betul berkorban untuk Allah Untuk membuktikan cinta kita pada Allah, ada beberapa hal yang perlu kita persiapkan yaitu:
1) Iman yang kuat
2) Ikhlas dalam beramal
3) Mempersiapkan kebaikan Internal dan eksternal. kebaikan internal yaitu berupaya keras untuk melaksanakan ibadah wajib dan sunah. Seperti qiyamulail, shaum sunnah, bacaan Al-qur’an dan haus akan ilmu. Sedangkan kebaikan eksternal adalah buah dari ibadah yang kita lakukan pada Allah, dengan keistiqamahan mengaplikasikannya dalam setiap langkah, dan tarikan nafas disepanjang hidup ini. Dengan demikian InsyaAllah kita akan menggapai cinta dan keridhaan-Nya.