Popular Posts
  • 20 tahun
  • Beasiswa DATAPRINT, Jom ramai-ramai ikut!
  • Number One For Me #Mom
  • Happy Birthday Sister
  • Tasikmalaya, Sabang, Ciamis, Palu
  • Doa berbuka dari hadist yang lemah
  • Bismillah Ya Rabb,
  • Pra-Liburan Syaum
  • Untuk Para Wanita
  • Profil Mahasiswa Program Beasiswa TPL IKM APP Kementerian Perindustrian RI

Tampilkan postingan dengan label jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jakarta. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 September 2012

 
''Kedisiplinan dan kesempurnaan dalam segala hal berbanding lurus dengan keliaran imajinasinya
Sandiaga Salahudin Uno dikenal sebagai pengusaha muda sukses. Dalam usianya memasuki 43 tahun, ia sudah menjabat sebagai CEO Saratoga Capital dan juga pimpinan di sejumlah perusahaan besar yang bergerak di sektor sumber daya alam dan infrastuktur.  Ia juga telah menyelamatkan salah satu maskapai penerbangan kebanggan Indonesia yang hampir bangkrut, yakni PT Mandala Airlines. Langkah tersebut dilakukannya dengan membeli saham perusahaan ini. 
Namun, di balik kesuksuksesannya ini, ada keistimewaan yang patut dibanggakan dan ditauladani. Pria yang memiliki motto: kerja keras, kerja tuntas dan kerja ikhlas itu, 
terus berusaha menyebarkan virus kewirausahaan kepada seluruh rakyat Indonesia. Sebagai pengusaha muda dan intelektual, dia ingin pula melakukan transfer ilmu dan berbagi pengalaman melalu berbagai cara untuk membangun basis pendidikan jiwa wirausaha di masyarakat yang utamanya di kalangan generasi muda.
Sandi melihat masih minimnya entepreneur atas diri bangsa ini.  Hal itu akibat sistem dan kurikulum pendidikan selama ini yang berorientasi hanya pada gelar. Dia menginginkan pemerintah, pengusaha dan semua pihak untuk merombak kurikulum, sehingga hasil pendidikan berorientasi pada pola pikir yang melahirkan pengusaha-pengusaha baru. Kurikulum wirausaha di kampus harus memberikan orientasi kepada calon sarjana untuk menjadi pencipta lapangan kerja, bukan pencari kerja.
Dengan menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan, dipastikan rakyat Indonesia akan menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Bukan lagi sebagai penonton dari kemajuan bangsa lain. Sikap yang memberikan harapan inilah merupakan modal dasar bagi seorang pemimpin untuk membawa perubahan ke arah yang lebih baik bagi Indonesia ke depan. (*)

sourch : republik memanggil

Senin, 16 Juli 2012

this is view of the new bupati office in Singaparna, tempat ini disulap, menjadi tumpukan gedung yang mewah tidak seperti beberapa tahun kebelakang ketika aku masih SMA tempat ini masih perkebunan dan lapangan besar. Aku bukan tidak suka, justru support asal jangan sampai ada pihak yang merasa dirugikan, well Tasikmalaya memang awesome dan memepesona. Siapa yang mau sesekali kesini? datanglah sebelum syaum selesai, aku bisa jadi guide? hehe, karena syawal aku sudah harus kembali ke Jakarta dengan rutinitas kuliah.

Sabtu, 14 Juli 2012


Hari ini senang sekali, karena surat jalan dari kampus buat praktek disperindag kabupaten Tasikmalaya sudah keluar, aku melakukan perjalanan dari Jakarta ke Tasikmalaya dengan Surya, salah seorang teman kuliahku asal Sabang. 
Ada pengalaman unik dari keberangkatan kami, aku sih dah maklum, Surya itu membawa perlengkapan banyak, kami membawa 3 tas ransel penuh, 1 kardus besar dan 2 tentengan lain, terlihat simpel sih tapi sebenarnya ribet kami melakukan perjalanan. Naik angkot 83 dari kosan ke Lenteng Agung dengan diantar oleh Ula dan Tuti, yang memilki jadwal kepulangan kampung lebih lama. Turun dari angkot 83 sangatlah ribet, apalagi aku bawa peliharaan kura-kuraku, hiks. 
Sehabis itu kami menunggulah angkot 19 menuju terminal Kampung Rambutan, angkotnya sih banyak, cuman penuh semua, hampir sejam kita ngga dapat angkot akhirnya kami memutuskan niak angkot 129 jurusan Pasar Minggu turun di depan kampus Universitas Tama Jagakarsa. Kamipun dengan sabar menunggu, setengah jam berlalu kami masih tidak kebgian space diangkot 19, padahal harapan kami ke Tanjung Barat dulu karena biasanya dari sini angkot 19 kosong, ya sudahlah takdir. 
Akhirnya kami memutuskan naik 04 jurusan Depok Timur, kami berencana naik angkot arah Kampung Rambutan dari terminal depok supaya dapat yang kosong karena bawaan kami bejibun*. Finally kamipun selamat sampai terminal, fyuuuh tenang rasanya, Ayoooo semangat pulang ke Tasik :)