Popular Posts
  • Profil Mahasiswa Program Beasiswa TPL IKM APP Kementerian Perindustrian RI
  • 6 Kota/ Kabupaten di Indonesia yang di juluki VAN JAVA
  • Surat Terbuka Untuk TPL APP Kemenperin Generasi 4
  • Nada dan Syiar Indosiar LIVE di Pemda Kabupaten Tasikmalaya
  • 20 tahun
  • Surat Dari Tahun 2070
  • Review 2014 Resolutions
  • Ramadhan welcoming us
  • Beasiswa DATAPRINT, Jom ramai-ramai ikut!
  • KONSULTAN IKM KEMENPERIN RI GENERASI IV

Tampilkan postingan dengan label tasikmalaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tasikmalaya. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Desember 2012

Foto Koleksi Tropenmuseum



Menara Eiffel dari bambu di Tasikmalaya ini dibuat untuk menghormati penobatan Ratu Wilhelmina pada tahun 1898 dan dirancang dan dilaksanakan oleh pengawas Air AH van Bebber.

Tahukah anda bahwa pada Tahun 1898 didirikan replika menara Eifel di Tasikmalaya, buktinya foto ini. Menara Eiffel dari bambu Tasikmalaya dibuat untuk menghormati penobatan Ratu Wilhelmina pada tahun 1898 dan dirancang dan dilaksanakan oleh pengawas Air AH van Bebber.

Anda juga tentu tahu menara Eiffel di Perancis yang dibuat Gustave Eiffel t ahun 1889 terbuat dari konstruksi besi dan tingginya 320 meter? Menara yg terkenal itu sampai sekarang menjadi inspirasi bagi orang-orang untuk menirunya, baik dalam bentuk model, miniatur, suvenir, dan bahkan replika-nya. Replika di Tianducheng Shanghai Cina tingginya 108 meter.

Tasikmalaya mungkin merupakan kota pertama di dunia yang membuat replika-nya dari bahan non-metal kira-kira 2 tahun setelah berdirinya menara Eiffel asli. Dari foto tersebut dan melihat perbandingan tinggi manusia dan menara, kemungkinan tingginya sekitar 40-50 meter. Letak pembangunannya tidak jelas, mungkin di alun-alun depan pendopo. Replika menara Eiffel bambu Tasikmalaya jauh lebih tinggi dari replika menara Eiffel bambu yg dibuat di Erasmusburg Rotterdam Negeri Belanda April 2008 yang tingginya hanya 15 meter.

Kota Tasikmalaya memiliki segudang potensi pariwisata, di antaranya adalah wisata alam, kerajinan, wisata belanja, wisata religi, seni, budaya, UKM, dll. Dalam potensi U KM dan kerajinan masyarakat, Kota dan Kabupaten Tasikmalaya memiliki jumlah UKM terbesar setelah Bandung Raya (Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat) di Jawa Barat.

Selain itu, kota ini juga memiliki kerajinan beraneka bentuk dan rupa yang mampu menyerap ribuan tenaga kerja. Dengan banyaknya UKM yang tersebar di kota ini, Kota Tasikmalaya disebut juga sebagai Kota UKM. Kerajinan khas Tasikmalaya antara lain adalah Bordir Tasikmalaya yang telah mendunia, Payung Geulis yang telah menjadi ikon Jawa Barat, Kelom Geulis, sandal tradisional asli buatan bangsa Indonesia, batik Tasikmalaya yang tidak kalah dari batik-batik lainnya di Pulau Jawa dengan ciri khasnya, dan kerajinan–kerajinan lainnya.

Kota ini memiliki panorama alam seperti Situ Gede, Gunung Galunggung, Cipatujah, dan objek wisata lainnya ditata menjadi objek wisata alam yang menawan, sehingga sangat potensial dijadikan sebagai kota tujuan wisata di Indonesia.

Kota Tasikmalaya berada persis di tengah-tengah jantung bumi Priangan Timur dan Selatan, diapit oleh Ciamis dan Pangandaran yang telah melegenda, Sumedang dengan objek wisata museum yang menyimpan sejarah perkembangan bumi priangan, dan Garut dengan objek wisata Cipanas-nya yang tersohor.




Minggu, 09 September 2012


JAKARTA –  Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei setiap tahunnya, selalu sekadar seremonial dan belum bersifat aktual. Dari tahun ke tahun, bangsa Indonesia terus berkeinginan untuk bangkit, tapi tidak jelas dari mana mengawali kebangkitan itu. Kebangkitan Nasional yang kemudian disusul dengan Proklamasi Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945 yang diharapkan sebagai gelombang perubahan dahsyat dalam upaya mewujudkan masyarakat adil dan makmur, hingga kini belum juga terwujud.
Harapan serupa juga belum dapat terwujud, ketika bangsa ini masuk dalam era reformasi yang bergulir pada Mei 1998. Padahal, proses demokratisasi makin berkembang dan dalam kurun waktu 14 tahun dengan empat presiden: B.J. Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, dan Soesilo Bambang Yudhoyono. “Semua ini akibat ‘Kapal Indonesia’ menghadapi tantangan besar baik eksternal maupun internal yang tidak mampu diselesaikan dengan baik oleh para pemimpinnya,” kata Ketua Umum Partai REPUBLIK Marwah Daud Ibrahim dalam pidato politiknya memperingati ‘104 Tahun Kebangkitan Nasional’ di Sekretariat DPP Partai Republik, Jakarta, Senin (21/5).
Seharusnya, menurut Marwah, dengan demokratisasi yang terus berkembang di negei ini, dapat membawa ‘Kapal Indonesia’ berlayar semakin mendekat ke pulau tujuan.  Tantangan eksternal, antara lain berupa cuaca buruk yang tak menentu, bajak laut yang datang dan mulai menjarah kekayaan bangsa, kapal induk asing sudah mendekat dan siap menguasai sumber daya kita. Kondisi ini diperparah oleh masalah internal kapal yang kian memburuk. Mesin kapal terasa mulai macet tersendat, kebocoran muncul di sana-sini, bahan bakar makin menipis.
“Sayang sekali dalam kondisi SOS, para pemimpin di seluruh tingkatan terkesan kurang memiliki sense of urgency. Anak kapal malah saling berseteru. Para penumpang Kapal mulai panik, sebagian bukannya berusaha menutup lubang yang bocor, tapi justru sibuk saling menyalahkan. Bahkan, sebagian tanpa sadar menambah lubang baru. Sebagian lagi mulai mengambil sekoci atau pasang pelampung untuk siap terjun ke laut lepas. Jika kondisi seperti ini terus berlangsung, maka Kapal Indonesia terancam karam dan pecah berkeping-keping seperti nasib Uni Soviet,” jelas Marwah Daud Ibrahim. 
Dijelaskan, peringatan Kebangkitan Nasional tahun ini, diharapkan mampu untuk membuka mata, hati dan pikiran sehat dalam menjawab segala keterpurukan bangsa. Kebangkitan adalah upaya perubahan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Kebangkitan menjadi pemicu tumbuhnya sesuatu yang baru dan lebih baik. Kebangkitan harus melahirkan generasi yang memiliki pola pikir dan semangat baru dalam menciptakan karya yang berguna bagi masyarakat luas.
Marwah menekankan bahwa keterpurukan harus menjadi pelajaran yang berharga dan pijakan bangsa ini untuk bangkit guna melampaui tantangan dan hambatan yang terbentang luas. Untuk itu, sudah waktunya Indonesia menjadi Peradaban Baru yang harus didisi generasi yang kreatif dan inovatif dalam mencari celah hambatan dan tantangan yang selanjutnya diubah menjadi sebuah peluang untuk bangkit dan memenangkan persaingan di era global.
“Indonesia harus memiliki generasi yang kualitas, mandiri dan berkarya serta memiliki kemampuan menjawab harapan ‘Kebangkitan Nasional’ dan tantangan masa depan untuk menciptakan ‘Peradaban Baru’ bagi Indonesia dalam upaya mewujudkan Visi Nusantara Jaya 2045, yakni seratus tahun Indonesia Merdeka, Nusantara memimpin peradaban, bukan hanya di Asia tapi juga dunia,” kata Ketum partai REPUBLIK tersebut.
Momentum  Kebangkitan Nasional ini, lanjut dia, diharapkan bukanlah sekadar slogan atau semboyan belaka, melainkan kebangkitan yang penuh daya kreatif, energik yang mampu memberi arti pada kehidupan. Selain itu, juga diharapkan mampu memupus segala kegelisahan kini serta mampu menggelarkan fitrah kesucian dalam genangan Ridho Ilahi. “Kebangsaan dalam arti Persatuan Indonesia seharusnya didasarkan pada nilai, bukan pada tokoh. Nilai tersebut tidak sekedar kognitif berupa ilmu dan pengetahuan saja, melainkan harus ada proses mengalami atau bertindak,” imbuh dia.

Keteladanan

Pada bagian lain, Marwan Daud menyatakan, kondis rakyat Indonesia masih memprihatinkan, karena lebih dari 40 persen hidup dalam garis kemiskinan. Untuk itu, pembangunan perlu diarahkan secara multi dimensi, tidak hanya membangun secara fisik-material saja. Namun, yang lebih penting adalah kepemimpinan negara perlu memberikan keteladanan, termasuk mendidik masyarakat dengan nilai-nilai utama hidup bersama dalam keberagaman atau kemajemukan bangsa.
“Kemajemukan bangsa jangan dianggap sebagai ancaman, melainkan sebagai berkah. Gesekan atau pertentangan yang berujung kekerasan bukan kemajemukan sebagai pemicunya, tetapi lebih kepada kepentingan pihak tertentu, baik itu rebutan aspek ekonomi atau materi maupun politik atau kekuasaan yang ujung-ujungnya bermuara pada budaya materialistis dan individualistis. Untuk itu, kita perlu memperkembangkan nilai-nilai kebudayaan kita, agar reformasi ini dapat menghantarkan bangsa Indonesia ke masa depan yang lebih cerah,” tandasnya.
Marwah juga menekankan para pemimpin harus banyak belajar sejarah kebangkitan dan belajar menciptakan sejarah kebaikan bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara; serta belajar berbenah dari “lorong gelap” reformasi menuju Indonesia penuh harap dan cita-cita suci. “Sebuah negara yang hebat itu, bukan dibangun oleh penduduknya yang biasa-biasa saja, melainkan pemimpinnya harus mau melakukan hal-hal yang  luar biasa bagi bangsanya,” imbuh dia.(***)

Jumat, 27 Juli 2012

Kamis 26 Juli 2012 kemarin, kura-kura kecilku yang bernama kurkur melarikan diri dari kandangnya ke lautan lepas eh empang luuaas, aku lihat tiba-tiba dia berada dipinggiran empang, aku sih ngga kaget hanya berucap "Oh kabur" dengan tenang kemudian mencoba masuk ke empang untuk mengambilnya kembali tapi tidak disangka-sangka kurkur dengan tidak biasa melarikan diri dengan berenang cepat sembari tenggelam, aku masih tidak percaya telah kehilangan peliharaan terdahsyatku itu, kura-kura yang selama ini menemaniku telah melarikan diri dan hidup jauh lebih bebas, tapi kejadian sebelum kehilangannya adalah aku menyia-nyoakannya karena terlalu sibuk menikmati kampung halaman dengan hiruk pikuknya, aku berencana akan membeli lagi nanti.


Kurkur gut bye

Selasa, 17 Juli 2012

meet with with friend from ciamis and palu at Plaza Asia tasikmalaya, hanging out and eat burger big
view of petshop at Plaza Asia, surya get his friends (monki)hihi
uangku ngga cukup buat beli ini, huwaaaa Jom visit Tasikmalaya

Senin, 16 Juli 2012

this is view of the new bupati office in Singaparna, tempat ini disulap, menjadi tumpukan gedung yang mewah tidak seperti beberapa tahun kebelakang ketika aku masih SMA tempat ini masih perkebunan dan lapangan besar. Aku bukan tidak suka, justru support asal jangan sampai ada pihak yang merasa dirugikan, well Tasikmalaya memang awesome dan memepesona. Siapa yang mau sesekali kesini? datanglah sebelum syaum selesai, aku bisa jadi guide? hehe, karena syawal aku sudah harus kembali ke Jakarta dengan rutinitas kuliah.

Sabtu, 14 Juli 2012


Hari ini senang sekali, karena surat jalan dari kampus buat praktek disperindag kabupaten Tasikmalaya sudah keluar, aku melakukan perjalanan dari Jakarta ke Tasikmalaya dengan Surya, salah seorang teman kuliahku asal Sabang. 
Ada pengalaman unik dari keberangkatan kami, aku sih dah maklum, Surya itu membawa perlengkapan banyak, kami membawa 3 tas ransel penuh, 1 kardus besar dan 2 tentengan lain, terlihat simpel sih tapi sebenarnya ribet kami melakukan perjalanan. Naik angkot 83 dari kosan ke Lenteng Agung dengan diantar oleh Ula dan Tuti, yang memilki jadwal kepulangan kampung lebih lama. Turun dari angkot 83 sangatlah ribet, apalagi aku bawa peliharaan kura-kuraku, hiks. 
Sehabis itu kami menunggulah angkot 19 menuju terminal Kampung Rambutan, angkotnya sih banyak, cuman penuh semua, hampir sejam kita ngga dapat angkot akhirnya kami memutuskan niak angkot 129 jurusan Pasar Minggu turun di depan kampus Universitas Tama Jagakarsa. Kamipun dengan sabar menunggu, setengah jam berlalu kami masih tidak kebgian space diangkot 19, padahal harapan kami ke Tanjung Barat dulu karena biasanya dari sini angkot 19 kosong, ya sudahlah takdir. 
Akhirnya kami memutuskan naik 04 jurusan Depok Timur, kami berencana naik angkot arah Kampung Rambutan dari terminal depok supaya dapat yang kosong karena bawaan kami bejibun*. Finally kamipun selamat sampai terminal, fyuuuh tenang rasanya, Ayoooo semangat pulang ke Tasik :)

Rabu, 25 April 2012



Pendaftaran Beasiswa Tenaga Penyuluh Lapangan IKM

Dalam rangka mempercepat pertumbuhan industri kecil dan menengah di seluruh Indonesia, Kementerian Perindustrian berupaya untuk mempersiapkan Tenaga Penyuluh Lapangan sebagai calon wirausahawan dan pembina IKM melalui Program Beasiswa pada unit pendidikan di lingkungan Kementerian Perindustrian.
Sehubungan dengan hal tersebut, Kementerian Perindustrian memberikan kesempatan kepada siswa/i berprestasi di tingkat Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMA/MA/SMK) untuk mengikuti Program Beasiswa dimaksud. Program ini diprioritaskan bagi siswa/i yang tingal di daerah tertinggal, daerah terpencil, daerah perbatasan, daerah pasca bencana, daerah pasca konflik, dan daerah pemekaran.
Berkas lamaran/pendaftaran dapat dikirim secara perorangan atau kolektif, dengan disertai surat pengantar dari Kepala Sekolah/Pemerintah Daerah/Dinas yang menangani sektor industri setempat, yang ditujukan kepada

Biro Kepegawaian Kementerian Perindustrian RI
Jl. Jenderal Gatot Subroto Kav. 52-53, Lt. 8
Jakarta Selatan
paling lambat tanggal 31 Mei 2012 (cap pos)
Hasil seleksi akan diumumkan pada bulan Juli 2012.
Persyaratan, pilihan program konsentrasi, formulir, dan informasi lebih lanjut mengenai Program Beasiswa TPL IKM dapat dilihat pada file di bawah ini.




Klik untuk mendownload Formulir dan SK menteri Surat Sekjen Kemenperin No. 290/SJ-IND/4/2012